Pemanfaatan Sel Punca Progenitor Endothelial
(Endothelial Progenitor
Cells)
Sebagai Biomarker
Risiko
Penyakit Kardiovaskular
Disusun oleh:
Kelompok 11
Sundaniawati
Safitri (1110016200010)
Erika
Ristiyani (1110016200017)
Mardiana (1110016200032)
PROGRAM STUDI
PENDIDIKAN KIMIA
JURUSAN
PENDIDIKAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
FAKULTAS ILMU
TARBIYAH DAN KEGURUAN
UNIVERSITAS
ISLAM NEGERI SYARIF HIDAYATULLAH
JAKARTA
2012
A. Latar
Belakang
Data WHO menunjukkan bahwa dari total
kematian global, 30% di antaranya disebabkan oleh penyakit kardiovaskular, 80%
dari Jumlah itu terjadi di negara miskin dan berkembang, termasuk Indonesia. Tiga
penyakit kardiovaskular
yang menjadi penyebab kematian terbesar di antaranya penyakit jantung koroner, stroke,
dan hipertensi. Keberadaan suatu biomarker
yang dapat memprediksi risiko penyakit kardiovaskular sangat diperlukan untuk
pencegahan awal maupun lanjutan. Hasil studi menunjukkan bahwa EPC, yang merupakan
faktor penting untuk perbaikan pembuluh vaskular saat terjadi kerusakan, ternyata
memiliki asosiasi positif terhadap beberapa faktor risiko penyakit
kardiovaskular. Studi dilakukan dengan menguji kemampuan EPC untuk membentuk
koloni (EPC-CFU) sebagai refleksi atas kemampuannya untuk regenerasi dan
mengembalikan fungsi angiogenik. Hasil penelitian juga memperlihatkan bahwa jumlah
koloni EPC-CFU memiliki korelasi terhadap Framingham
Risk Score dan mungkin digunakan untuk memprediksi
penyakit kardiovaskular.
"Seorang pria tidak benar-benar
mencintai anda kalau dia tidak pernah berusaha untuk mendekati, menarik
perhatian, menghubungi, menelpon, mengajak keluar dll yang menunjukan
ketertarikannya kepada anda. Seorang pria tidak benar-benar mencintai
anda kalau dia tidak mau menikahi anda atau dia berselingkuh".
Wanita
sering mengalami kebimbangan untuk mengetahui perasaan pria
terhadapnya. Kedekatan, kebersemaan, flirting, kata-kata basi, gombal,
perhatian, etc. Tapi setelah beberapa waktu tidak juga ada kepastian.
HTS. Hubungan Tanpa Status. TTM. Teman Tapi Mesra. Pertanyaan itu muncul
bertubi "cintakah dia padaku?".
Dalam buku ini, Greg menuliskan
jawabannya dari sudut pandang pria. Jawaban yang terus terang, apa
adanya hingga kadang menyakitkan. Menohok. Kebenaran memang terkadang
menyakitkan. Tapi itu jauh lebih baik daripada terjebak dalam jutaan
dalih, Gede Rasa (GR), alasan, prasangka yang ujung-ujungnya menjadi
ketidakpastian. Karena sudah jadi kebiasaan buruk kaum wanita untuk
mudah tersanjung dan gede rasa kalau ada seorang pria yang
memperhatikannya. Lantas mulai menanam prasangka, dalih dan sejuta dalih
lainnya.
Menurutnya, pria itu simple. kalau seorang pria jatuh
cinta, dia akan melakukan apapun untuk menunjukkan perasaannya &
untuk mendapatkan wanita tersebut. Dalih-dalih terlalu sibuk, tidak
ingin merusak persahabatan, tidak ingin menyakiti, belum siap, kamu
adalah wanita terbaik yang pernah ia kenal, etc itu hanyalah kalimat
lain dari "he is just not that into you". Dia tidak benar-benar
mencintai anda.
Jadi ketika ada seorang pria yang mendekati anda,
belum tentu ia jatuh cinta pada anda. Bisa jadi ia hanya ingin
bersahabat dengan anda. Ketika ada pria yang mengobral rayuan dan
kata-kata basi : “sayang, cinta, honey, dear, etc”, itu tidak berarti
pria itu benar-benar mencintai anda. Bisa jadi karena ia hanya tertarik
pada kelebihan yang anda miliki. Pria itu terlalu pengecut untuk
mengatakan hal yang sebenarnya pada anda. Pria lebih baik jatuh ke dalam
sumur daripada harus mengatakan kalau ia tidak tertarik pada anda. "He
is just not that into you"
So girls, be realistic. Jangan pernah
buang-buang waktu, pikiran, energi & hati anda untuk pria yang tidak
benar-benar mencintai anda. Anda terlalu berharga. Anda luar biasa.
Kalau ia tidak benar-benar mencintai anda, anggap aja ia yang rugi.
Percaya dech, ada seseorang di luar sana yang selalu menatap anda dan
menanti cinta anda.
PS: buku yang tepat di saat yang tepat.
awalnya biasa saja.. gak tertaik baca karena halamannya itu lho yang tebal... pas SMA cuma liat covernya sih menarik cuma hasrat buat baca nya belum ada..
nah lho sekarang kok buming banget tu film ... nyesel deh dulu gak baca.. sekarang harus curi-curi waktu bagi hati sama buku biokimia... adawww....
baru sadar juga bahwa punya sifat yang obsesi tingkat tinggi.. . hal yang belum sepenuhnya aku tau .. tapi mati-matian menyukainya...
nah ini yang kadang jadi bumerang juga buat diri sendiri....
yasudahlah... dengan semangat 45' akhirnya download lah bukunya.... 'bajakannya' dan dengan kesadaran penuh hanya satu hari -TAMAT- ,ada emosi yang timbul ketika membacanya...
setelah selesai membaca.. akhirnya penuh perenungan... dan ada satu kesimpulan yaitu... tidak sesederhana itu menjelaskan,, mengekspresikannya.....